Anarkhisme Musik Thrash Metal Amerika

Anarkhisme Musik Thrash Metal Amerika

Disusun Oleh:

Nama: Muhamad Rai

Nim: 17104241044

 

NO Unsur Ideologi Contoh
1 Konteks Kemunculan Lagu-lagu Thrash Metal biasanya menggunakan sistem gitar nada rendah dan perkusi yang cepat. Lirik-lirik thrash metal sering mengangkat tema masalah-masalah sosial menggunakan bahasa yang kasar dan mendalam, sebuah pendekatan yang sebagian mirip dengan genre hardcore. Bisa dikatakan bahwa konteks kemunculan Thrash Metal karena kemuakan, kekesalan, dan sebuah bentuk kemarahan terhadap sistem sosial dan permasalahan yang terjadi
2 Pemimpin Metallica, Slayer, Exodus, dan Megadeth biasa disebut sebagai The Big Four.
3 Sistem Nilai Solidaritas yang tinggi, Headbang, dan moshing.
4 Kegiatan Rutin Gigs (pertemuan) dan konser.
5 Pengikut Undergrounders.
6 Simbol Ekspresi Simbol tiga jari, kostum serba hitam, menggunakan masker berbentuk setan, atribut-atribut bermotif setan, kepala kambing, salib terbalik, gambar Yesus dengan Perut yang terbelah, gadis telanjang dada dengan banyak bekas tikaman pisau.

 

 

  1. Konteks Kemuculan

Thrash Metal adalah sebuah extreme metal subgenre dari heavy metal yang berciri memiliki tempo yang cepat dan agresif.1 Lagu-lagu thrash metal biasanya menggunakan sistem gitar nada rendah dan perkusi yang cepat. Lirik-lirik thrash metal sering mengangkat tema masalah-masalah sosial menggunakan bahasa yang kasar dan mendalam, sebuah pendekatan yang sebagian mirip dengan genre hardcore. Band “Empat Besar” atau “Big Four” thrash metal adalah Anthrax,Megadeth, Metallica, dan Slayer, yang secara bersama-sama dan mempopulerkan genre ini diawal tahun 1980-an. Ada pula yang mengatakan bukan lagi “Empat Besar” tetapi menjadi “Lima Besar” Megadeth, Slayer, Exodus, Pantera, and Metallica. Di Eropa style ini dibawa oleh tiga band asal Jerman, yaitu Kreator, Sodom, dan Destruction yang dimana band tersebut terinspirasi dari The Big Four America. Sekitar 16 tahun yang lalu, Underground Metal, mulai muncul di industri musik barat. Tampil dengan 2 jenis yang berirama cepat dan yang berirama sedang (slow).

Asal muasal thrash metal secara umum dimulai pada akhir tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an, ketika beberapa band mulai menggabungkan sound dari New Wave of British Heavy Metal, menciptakan sebuah genre baru dan mengembangkan kedalam gerakan yang terpisah sendiri dari punk rock and hardcore. Genre ini lebih agresif dibandingkan speed metal. Sering kali dicampurkan dari kategori metal yang satu dengan metal yang lain, dan juga beberapa band ada yang menggabungkan pengaruh musikal dari genre non-metal.

Suksesor terbesar tetap diusung oleh band BIG FOUR tadi dengan masterpiece nya masing2 yaitu Metallica dengan album Master of puppets, Slayer dengan album Reign in blood, Megadeth dengan album Peace Sells dan Anthrax dengan album Among The Living,  Indonesia sendiri, Thrash Metal masuk kira-kira pada era 90an oleh band dengan nama ROTOR dari jakarta, band itu adalah pengusung Thrash Metal di indonesia yang pernah jadi opening band untuk Metallica dan sepultura ketika dua band itu tour ke jakarta. dan juga ada Betrayer, Sucker Head masih dari kota jakarta, sedangkan Bandung punya Godless Symtomps dan Jogja mempunyai Metallic-Ass walaupun tidak setua Rotor dan Betrayer.2

Pada tahun 1988 Metallica merilis lagu berjudul One yang dimana lagu tersebut menceritakan seorang warga Amerika yang baru saja pulang berperang di Irak dan Iran, sepulangnya berperang dia mengalami syok yang sangat berat, dia menjadi tidak bisa membedakan mana dunia nyata dan mana dunia mimpi. Berikut penggalan lirik dari lagu tersebut I can’t remember anything, can’t tell if this is true or dream, deep down inside I feel to scream, this terrible silence stops me, now that the war is through with me, I’m waking up, I cannot see, that there’s not much left of me, nothing is real but pain now.

[1]

  1. Pemimpin

Tipe kepemimpinan yang terdapat di dunia musik pada umumnya dan Thrash Metal pada khususnya yaitu faktor kharisma atau keahlian teretentu yang membuat dia dikagumi tetapi dalam dunia musik tidak ada yang namanya pemimpin, akan tetapi hanya ada panutan (influence) untuk band lain atau pencetus (founders) dari aliran itu sendiri, di sub genre Thrash Metal ini panutan sekaligus pencetusnya yaitu band THE BIG FOUR meliputi Metallica, Megadeth, Slayer, Anthrax.3

Contohnya seperti Metallica dalam lagunya yang berjudul “Justice for All” didalam lagu tersebut mencerminkan bagaimana kekeceweaan masayarakat terhadap keadilan yang terjadi, ini beberapa lirik yang mencerminkan kekecewaan tersebut “Money talking, Justice is lost, Justice is raped, Justice is gone

  1. Sistem Nilai

Sistem nilai terbagi menjadi dua yaitu sistem nilai yang dianggap baik oleh anggota atau pengikut aliran metal itu sendiri dan sistem nilai yang dianggap buruk oleh anggota atau pengikut aliran metal.

Sistem nilai positif: hampir semua para pengikut aliran metal mempunyai solidaritas yang tinggi saling membantu jika terdapat anggota yang sedang mengalami kesusahan, contonya pada saat mereka di tahan oleh pihak yang berwajib karena telah menyalahi aturan dengan cara menumpang di truk tetapi mereka bersikeras bahwa apa yang mereka lakukan itu benar dan tidak menyalahi aturan.

Sistem nilai negatif: Band-band dan para pengikut aliran ini tentu saja menganggap pemerintah atau bahkan masyarakat disektirnya sebagai nilai negatif bagi mereka, karena pemerintah dan masyarakat menganggap bahwa aliran metal itu merupakan bagian dari kelompok pemuja setan, dan anti pemerintah padahal pada dasarnya mereka hanya membutuhkan dan menginginkan kesetaraan tanpa ada kekerasan dan kebrutalan.

  1. Kegiatan Rutin

Kegiatan rutin yang biasanya di lakukan oleh para pengikut dan band dengan aliran Thrash Metal pastinya mengadakan gigs (pertemuan) dan konser mau itu skala kecil maupun skala besar, tetapi kegiatan yang paling sering dilakukan adalah gigs (pertemuan), ”seperti contoh di kota bandung tiap minggu pasti ada gigs yang diadakan oleh komunitas-komunitas metal yang ada tidak hanya dari komunitas thrash metal saja, seperti di klub racun(rumah pirata), biasanya ada juga basemant di kampus-kampus, dimana saja yang penting kumpul, headbang bareng, moshing bareng!”, tutur Yusuf salah seorang Undergrounder.4

[2]

  1. Pengikut

Para pengikut aliran metal biasanya disebut sebagai Undergrounders. Di Indonesia sendiri maupun di negara-negara lain para pengikut aliran metal biasanya dikategorikan menjadi dua yaitu True Believer dan Die Hard. Sikap true believer dan die hard inilah yang menjadi musik thrash metal sering berkubu-kubu karena mereka yang die hard hanya mendukung segelintir band saja dan sedangkan yang true believer tidak mau eksplorasi lebih luas lagi tentang thrash metal. Dan inilah yang menjadi kendala bagi pada band Metal tanah air karena sepertinya di Indonesia tidak banyak yang benar-benar true believer dan die hard, mereka hanya sekedar ikut-ikutan saja dan fans abal-abal inilah yang memberikan citra negatif aliran Metal karena mereka mengaku sebagai satanis tanpa tahu apa-apa.5

Dari para pengikut itu sendiri mengharapkan band tersebut memang benar niat untuk band bukan untuk cari uang mondar mandir ke major label ngemis-ngemis buat bikin albumnya laku di pasaran karena orang-orang memilih menjadi pengikut aliran Metal karena sudah bosan dengan aliran yang mainstream yang dianggap grup-grup mainstream tersebut hanya menarik keuntungan komersial dengan bermain musik secara gampangan.6 Dan juga bagi para pengikut biasanya tidak muluk-muluk yang penting nonton live lancar tidak ada kendala, album merchandise bisa terbeli. Hanya itu sja yang diharapkan oleh para pengikut dan itupun dirasa sudah lebih dari cukup bagi mereka.7

Sifat anarkisme selalu ada di scene musik khususnya pada musik metal seperti yang menentang pemerintah dalam unsur musiknya, tetapi di scene metal jarang adanya yang melakukan aksi anarkisme di muka umum mereka lebih cenderung protes pada saat konser.

[3]

  1. Simbol Ekspresi

Ketika konser mereka bertingkah mulai dari memutar-mutar kepala (Headbang), melompat dari panggung ke tengah kerumunan penonton, saling membenturkan badan (Moshing), menjerit histeris, membakar dupa dan menaburkan bunga hingga menggotong tengkorak binatang biasanya kambing. Bahkan tidak jarang ada penonton yang meloncat ke atas panggung untuk mempertunjukkan aksi menggigit ular.8

Selain itu, disajikan pula kostum-kostum khas yang antara lain menampilkan gambar Yesus disalib dengan isi perut terburai keluar, setan kembar dipaku pada kayu salib, jubah kepala kambing dan pentagram, hingga gambar gadis telanjang dada dengan tubuh berdarah bekas tikaman pisau atau gigitan. Tidak sedikit pula sejumlah penonton yang menggoreskan gambar salib terbalik di dahinya. Inilah yang menjadi kekhawatiran masyarakat terhadap aliran tersebut, masyarakat menganggap bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok pemuja setan, tetapi apakah benar mereka merupakan pemuja setan ? Sulit untuk melacaknya.9

Terdapat banyak versi yang menjelaskan tentang Simbol Metal ini diantara yaitu:

  1. Ini berarti “I love you”. jari kelingking adalah huruf “i” sedangkan telunjuk dan jempol membentuk huruf “L”. kode ini diciptakan pertama kali oleh Hellen Keller sebagai kode isyarat untuk tuna rungu.[4] Hellen Keller sendiri adalah seorang Theosofis dan penganut okultisme.10
  2. Yang kedua yaitu berarti El Diablo. bentuk pemujaan terhadap satan/setan yg berasal dari ritual sihir kabala kuno. Secara simbol dapat diasosiasikan atau bisa diartikan sebagai “Tanduk Kambing” atau Baphomet. Baphomet sendiri adalah figur okultisme dan setanisme atau iblis yang memiliki ciri-ciri kepala seekor kambing dengan badan tegak dan berekor yang membawa tongkat iblis.
  3. Dan yang ketiga yaitu isyarat khusus para elite Freemason untuk berkomunikasi dengan sesamanya “the brotherhood”, menunjukkan simbol persaudaraan yang kuat terhadap sesama Mason di seluruh dunia.

Simbol yang selanjutnya yaitu simbol “V”, banyak pula versi yang menjelaskan tentang simbol ini:

  1. Victory atau kemenangan – suatu keadaan dimana kita memenangi suatu kompetisi atau peperangan (selama perang dunia kedua lambang ‘V’ menjadi terkenal karena Winston Churchill) di Belgia.
  2. Damai atau Persahabatan – awal mulanya di populerkan di Amerika pada gerakan perdamaian pada tahun 1960.
  3. Di Negara Belanda lambang ‘V’ ini digunakan untuk mengekspresikan kebebasan yang mereka alami selama perang dunia kedua.
  4. Celaan atau Hinaan – biasanya lambang ini dianggap tidak sopan atau tabu di Negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa mereka sehari-hari yang berarti ‘umpatan’ (Australia, New Zealand, Afrika Selatan, Irlandia, dan Amerika Serikat).11

[5]

  1. Faktor pendukung:
  2. Semakin banyaknya para remaja yang merasa bahwa musik-musik mainstream hanya digunakan untuk meraup kentungan semata.12
  3. Bila keadaan sosial masih memprihatinkan maka musik metal akan terus ada, karena musik metal adalah sebagai pengingat kepada pemerintah bahwa kebijakan yang telah dibuat memberikan dampak yang seperti apa bagi masyarakat.
  4. Faktor penghambat:
  5. Remaja, karena merekalah yang membuat citra musik metal tercoreng, mereka melakukan aktifitas yang tidak sepatutnya dilakukan selagi mereke menggunakan atribut-atribut yang menunjukan bahwa mereka ada pengikut musik metal.
  6. Pemerintah dan masyarakat, masih adanya stigma dari pemerintah dan masyarakat bahwa musik metal itu hanya tentang satanisme dan kelompok radikal yang anti pemerintah.13
  7. Prospek kedepannya:

Cepat atau lambat baik pemerintah maupun masyarakat harus menerima dengan adanya aliran metal yang berkembang di tubuh masyarakat.14

[6]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Thrash Metal Mania. 2011. Sejarah Musik Thrash Metal. http://thrashmetalmaniaa.blogspot.co.id/2014/02/sejarah-musik-thrash-metal.html, pada tanggal 27 Maret 2017 pukul 11.11.

Kurnia, Yusuf, 2017, Wawancara tentang “Seputar Thrash Metal”, melalui E-Mail.

Wicaksono, Denison, 2017, Wawancara tentang ”Thrash Metal”, melalui E-Mail.

Marto, Denmas. 2004. Musik Underground: Satanisme atau Kebodohan?. http://www.geocities.ws/denmasmarto/sangkakala06.htm, pada tanggal 27 Maret 2017 pukul 12.42.

Gas, Warta. 2015. Arti dan Maksud Salam 3 Jari “El Diablo” Waspadalah, http://www.wartagas.com/2015/08/arti-dan-maksud-salam-3-jari-el-diablo.html, pada tanggal 14 Mei pukul 08.32.

Saputra, Harja. 2015. Apa Makna Dua jari Bentuk “V”?, http://www.kompasiana.com/harjasaputra/apa-makna-dua-jari-bentuk-v_552c1d8c6ea83404618b4567, pada tanggal 15 Mei pukul 16.44.

[1] Thrash Metal Mania, “Sejarah Musik Thrash Metal”, diakses dari http://thrashmetalmaniaa.blogspot.co.id/2014/02/sejarah-musik-thrash-metal.html pada tanggal 27 Maret 2017 pukul 11.11.

2Yusuf Kurnia, Undergrounder, Wawancara, 3 Maret 2017.

 

3Denison Wicaksono, Directorate for Heritage and Cultural Diplomacy, Wawancara, 28 Maret 2017 pukul 05.00.

4.Yusuf Kurnia, Undergrounder, Wawancara, 3 Maret 2017.

5Denmas Marto, “Musik Underground: Satanisme atau Kebodohan?”, diakses dari http://www.geocities.ws/denmasmarto/sangkakala06.htm, pada tanggal 27 Maret 2017 pukul 12.42

6Yusuf Kurnia, Undergrounder, Wawancara, 3 Maret 2017.

7Ibid.

8Denison Wicaksono, Directorate for Heritage and Cultural Diplomacy, Wawancara, 28 Maret 2017 pukul 05.00.

9Denmas Marto, “Musik Underground: Satanisme atau Kebodohan?”, diakses dari http://www.geocities.ws/denmasmarto/sangkakala06.htm, pada tanggal 27 Maret 2017 pukul 12.42

10Warta GAS, “Arti dan Maksud Salam 3 Jari “El Diablo” Waspadalah”, diakses dari http://www.wartagas.com/2015/08/arti-dan-maksud-salam-3-jari-el-diablo.html, pada tanggal 14 Mei pukul 08.32.

11Harja Saputra, “Apa Makna Dua jari Bentuk “V”?”, diakses dari http://www.kompasiana.com/harjasaputra/apa-makna-dua-jari-bentuk-v_552c1d8c6ea83404618b4567, pada tanggal 15 Mei pukul 16.44.

12Yusuf Kurnia, Undergrounder, Wawancara, 3 Maret 2017.

13Ibid

14Ibid

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

24 − = 18